satu, seperti air mengalir aku ingin tanpa ragu, atau angkot di jakarta yang berhenti tanpa peduli, awan di atas patung liberty yang bergerak bebas, aku ingin seperti penari latar tanpa busana.

orangtuaku seorang pelaut,
yang hanya tau berlayar,
diberi tiket pesawat akan percuma,
lebih nyaman dengan kapal sendiri kata mereka.
aku bukan seorang pelaut,
aku tidak tau soal berlayar,
aku lebih suka naek pesawat,
tapi mereka maunya aku ikut naek kapal.

dua, berlari pasti letih, berteriak pasti serak, bersembunyi masih bisa tertangkap, berbisik juga masih bisa terdengar.

namaku tulisan,
aku adalah ungkapan dari dalam hati,
kalau ada yang membaca,
dia harap itu mereka,
kalau ada yang sempat merenungi,
dia harap itu mereka.

tiga, lidah api dibelakang mendekat, pintu cahaya di muka tak juga terlihat. di mana dia yang ada disampingku? di mana mereka yang ada di belakangku? sudah tak ada waktukah? atau waktu itu terselubung batu-batu?

yang tak mampu di angkat superman,
tak bisa di jerat spiderman,
tak kuat di hancurkan ironman,
apalagi mau di ambil copetman,
itulah yang aku punya, itulah yang aku sebut
hatiku.

One thought on “satu dua tiga hatiku

  1. plok plok plok, eh lu jadi puitis gara2 keadaan, apa emang dari dulu nya begitu ya ?????
    hhehhehehee
    whatever happens, good luck deh hat, semoga tiket pesawatnya bisa dipake, hehehhehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *