Sore ini kami pulang dari dokter dengan lesu, saya dan uly lebih banyak diam dan tenggelam dalam pikiran kami masing-masing. Suasana rumah di akhir pekan pun menjadi agak suram. Kabar dari dokter bahwa lex menderita hernia sangat mempengaruhi kami.

Hari ini sudah saatnya lex mendapatkan suntikan lanjutan imunisasinya. Sebenernya jadwalnya sih kemarin, tapi karena kami mencari waktu saat saya libur (sabtu), kami akhirnya mencari dokter lain yang jadwal prakteknya cocok. Setiba di rumah sakit kami harus memilih antara dua dokter, yaitu dr. Y dengan antrian sudah 16 pasien (dan masih belum ada yg diperiksa) dan dr. K dimana kami dapat langsung diperiksa. Wah, mau menunggu sampai 16 pasien sepertinya sangat tidak mungkin, tapi ragu juga dengan dr. K yang (ko berbeda sangat jauh karena) belum ada pasien ini. Tapi akhirnya kami memutuskan untuk menemui dr. K. Penampilan beliau sangat rapi, senyum penyambutannya pun cukup hangat.

Setelah pemeriksaan rutin, kami menanyakan adanya benjolan yang timbul pada bagian bawah perut lex sebelah kiri. Benjolan ini akan mengeras saat dia menangis, dan kembali kempes saat dia tidur/tenang. Setelah memeriksa dokter mulai menjelaskan mengenai hernia. Kami lumayan terkejut mendengar penjelasannya dengan beragam istilah rumit yang tidak kami mengerti. Tapi ternyata kejutan itu baru seperempat dari kejutan berikutnya, saat kami diberitahukan bahwa operasi ialah jalan satu2nya untuk kesembuhan. Saya tidak bisa membayangkan kalau lex dalam usia sedini ini sudah harus masuk ke ruang operasi. Dari ekspresi uly saya yakin dia juga memikirkan hal yang sama. Saya mencoba menanyakan alternatif lain yang mungkin diambil, tapi dr. K cukup tegas menyatakan bahwa operasi harus dilakukan. Setelah imunisasi selesai, beliau memberikan surat pengantar untuk kami bawa ke dr. rekanan-nya yang bisa melakukan pembedahan. Sesaat sebelum kami pulang pun beliau sempat berkomentar bahwa lex “pasti” harus di operasi.

Keluar dari RS saya dan uly hanya bisa saling melihat terdiam. Kami seperti belum berani mengutarakan isi hati dan pikiran kami masing-masing. Sejujurnya, yang saya rasakan saat itu ialah kesal dan (sedikit) tidak percaya pada dr. tersebut. Sementara uly sepertinya merasa sangat sedih dan bingung. Setelah diskusi akhirnya kami memutuskan untuk mencari 2nd opinion dari dokter lain (bukan dari dokter rekanan yang disarankan). Kami putuskan malam ini untuk mencari informasi sebanyak2nya tentang hernia, dan besok kami sudah harus mendapatkan 2nd opinion tersebut. Meski kami sudah mengambil keputusan, tetap sesampai di rumah kami lebih banyak berdiam.

Malam pun tiba, sudah cukup banyak informasi yang kami dapatkan mengenai hernia. Salah satu penjelasan terbaik mengenai hernia khususnya pada bayi kami dapatkan dari ayahbunda-online.com. Demikian saya kutip 1 paragraf dari penjelasan tersebut:

Pada bayi/anak, proses masuknya kembali isi hernia bisa terjadi secara spontan. Ini karena cincin hernia pada anak masih elastis, terutama bila lubang hernia pusarnya lebih kecil dari 1 cm. Umumnya, cincin hernia pada pusar yang tanpa komplikasi ini akan tertutup sendiri ketika ia berusia 12-18 bulan.

Paragraf ini membuat kami mulai sedikit tenang, ditambah dengan beberapa artikel lain di beberapa tempat yang mengutarakan hal yang sama. Meski ada juga beberapa sumber yang mengatakan bahwa operasi adalah satu-satunya cara dan harus dilakukan secepatnya.

Saat kami masih berkutat mencari info sebanyak-banyaknya, lex mulai menangis. Mungkin sebenarnya tangisan yang biasa selama ini kami dengar, tapi setelah mendengar diagnosa dokter mengenai hernia, kami menjadi sangat khawatir. Tangisannya sudah terdengar seperti jeritan kesakitan. Kami berusaha untuk tetap tidak panik, tapi setelah agak lama lex tidak juga tetap tenang, kami berinisiatif untuk menghubungi dokter. Uly meminta saya untuk menelpon dr. K, tapi entah kenapa saya merasa sangat tidak sreg. Akhirnya saya meminta uly untuk menghubungi dr. D, beliau ialah dokter pertama lex yang sayangnya tidak prakter di hari sabtu.

Setelah bertanya ternyata dr. D malam ini sedang praktek, hanya saja tidak di RS. Beliau pun meminta kami untuk segara saja membawa lex. Tanpa pikir panjang kami segera berangkat. Syukurnya lokasi praktek dr. D ternyata lebih dekat daripada lokasi RS. Di perjalanan lex akhirnya mulai tenang dan mau minum susu, tapi kami tetap akan periksakan. Saat sampai lex sudah benar-benar tenang. Kami pun mengobrol sebentar dengan dr. D yang ternyata ditemani oleh istrinya. Setelah diperiksa, dokter mengatakan diagnosa yang sama dengan dr. K, lex menderita hernia. Tapi, beliau tidak menganjurkan untuk segera operasi. Kita coba saja dulu kembalikan dengan cara normal, karena di usia bayi sampai 1 tahun penutupan spontan masih dapat terjadi. Hanya saja seandainya terjadi penjepitan, maka operasi harus segera di lakukan. Beliau juga mengatakan bahwa operasi pun sebaiknya dilakukan paling cepat bulan depan, ketika berat lex diperkirakan akan mencapai 5 kilo. Kami pun pulang dan dr. D menolak untuk menerima bayaran. Beliau juga menggambarkan denah ke rumahnya apabila kami mengalami kondisi darurat atau harus periksa diluar jam praktek.

Yah, meskipun sudah lebih tenang, tapi tetap saja kondisi di rumah belum pulih seperti biasa. Setiap tangisan lex masih membuat kami sangat khawatir. Doa-pun tidak henti-hentinya kami panjatkan. Saya tahu masih banyak bayi lain yang mungking jauh kurang beruntung dari lex. Tapi, saya rasa tidak salah bagi saya bila ingin sedikit berbagi perasaan saya hari ini. Doakan kami ya…

One thought on “Waspadai Hernia pada Bayi

  1. Pasti ada sesuatu yg Tuhan rencanakan dalam setiap kejadian di kehidupan kita….Lebih berserah kepada Nya….I’m really sure that he’ll be ok….

  2. tenang aja brow,
    masih ada kemungkinan tanpa operasi khan,
    yang penting lex selalu dalam pengawasan setiap hari,
    jangan terlambat bertindak jika keadaan darurat terjadi.

  3. oww.. nanti dulu bro, jangan buru-buru. Sori ini karena kita sama2 pernah punya anak pertama, coba dicari lagi apa yang menyebabkan hernia pada bayi? Apa pernah Lex mengalami kejadian tersebut? itu juga perlu kita lihat. Lalu apa saja pertanda yang timbul dari hernia itu?
    Jujur saya sangat prihatin bila Lex sampai harus dioperasi, sama halnya seperti bagus kemaren sewaktu sawanen, oleh dokter Bagus itu uda disuru opname akibat panasnya yang mencapai 40 C. Coba saya akan coba konsul dengan Pembina saya, Bpk Wahyu mungkin ada jalan alternatif lain yang bisa dilakukan selain operasi
    Semoga Lex lekas sembuh bro

  4. gimana lex bro? Menurut keterangan yang saya peroleh, coba dilamati si kecil, apakah tangisnya, tangis kesakitan atau hanya lapar.

    Memang benar cincin pusar pada bayi itu memang masih elastis tapi organ dalamnyapun kan masih kecil juga dan pastinya belum keras. Setelah saya membaca postingan ini saya juga jadi sering mengamati gek lan, coba lebih sering dikasi ASI semoga bisa membantu cepatnya penutupan cincin pusar itu, salam buat Ully.

    ngomong2 Valentine dimana?

  5. riki: Thanks for the support bro! Oh iya, ko ga pernah update blog lagi nih? lagi sibuk ya? 🙂

    nyunyin: Amien, trims sun, GBU bro.

    indah: Amien, pasti ada kesembuhan, trims supportnya ya 🙂

    ~fiD: Iya bro, kita berdoa terus mudah2an tidak perlu sampai operasi. Mudah2an dinding perut lex semakin kuat dan hernia bisa sembuh secara spontan.

    D. Pakpahan: Wah, Mr. Pakpahan mampir ya 🙂 trims ya bro, GBU2.

    yande: Trims banget blih yande. Memang kita sebagai ortu baru pasti sangat mudah khawatir dan panik bila ada apa2. Kami juga berusaha untuk tetap tenang. Dari dokter lain ternyata kami belum dianjurkan untuk operasi. Beliau malah menenangkan bahwa semuanya masih mungkin membaik sendiri seiring pertumbuhan lex. Sekali lagi trims supportnya ya blih.

    Valentine ini kami makan coklat di rumah aja (^_^)

  6. bro, kemaren saya ke dokter inisialnya juga dokter K, buat imunisasi gek lan, kok feel saya this is the Dr. K in Sahat’s Blog iseng saya tanya tentang Hernia, dan saya pancing dan kail saya kena! It’s True Dia cerita ada pasiennya yang mengidap hernia juga meski tidak dikatakan bahwa itu Lex *indra dukun mode:ON* , di bilangan Teuku Umar prakteknya ya bro? di Apotek ya? di RSPB juga praktek si..

    Dr. D, saya juga direkomend ama suster yg ke rumah buat ngajak Bagus kesana untuk konsul cuman untuk yg ini saya belum kesana jd belum sempat mancing

  7. dr K prakteknya memang di teuku umar blih, tapi aku kurang tau di mana, soalnya kemaren kami ketemu di RSPB. Kayanya sih dukun modenya blih yande kali ini tepat 😛 Kalau dr D mukanya cool banget dan kesan pertama kaya agak2 galak.

    Tapi kalau sudah lebih dekat kesan galaknya hilang. Dia juga terbuka kalau ada pasien yang mau datang ke rumah kapan aja. Jadi kami akan lanjutkan pemeriksaan dengan dr D.

  8. Oia maz, tetangga tmen saya juga kmaren anaknya juga kena hernia, trus dirawat di rumah sakit. Aduh, padahal masi kecil bnkt. Balita.
    Anak mas juga kena ya, yg sabar ya maz. Pasti bisa sembuh kok. Dijaga kesehatannya dan pantau terus ya maz. Saya turut mendoakan supaya Lex cepat sembuh. Amin..

  9. Guspur: Amien… Thanks ya mas Praz 🙂

    OktaEndy: Iya ta, lebih sering terjadi pada bayi laki2 sih, krn penyebabnya saat testikel turun dari perut ke scrotum di saat2 akhir kehamilan, jalur yg di lewati itu normalnya langsung tertutup. Tapi pada bayi penderita hernia, penutupan ini tidak sempurna dan menyisakan lubang sehingga usus bisa turun.

  10. aku juga punya anak kemarin baru operasi hernia ternyata pasca operasi anakku semakin aktif dan sudah tidak rewel lagi jadi memang jalan satu2nya mesti operasi

  11. sepertinya sih memang begitu mbak ria, tapi kalau masih bayi kan rasanya ga tega sekali (..) yah, anakku akhirnya sudah operasi dan syukurnya sekarang sudah baik 🙂

  12. aku tertarik banget dengan artikel tentang “Hernia pd usia bayi” yang anda tulis. Anakku yang sekarang usianya menginjak 3 bulan juga sepertinya kena hernia. Aku memang belum periksakan anakku ke dokter. Bermula dari aku liat testikel yang satu dari alat kelamin anakku kok “turun” (gak seimbang gitu loh…). Kenapa ya??? trus aku bawa ke dukun pijat bayi langganan kami, ternyata beliaunya bilang kalo anak kami punya gejala hernia. Tapi sepertinya kok aku gak pernah liat ada benjolan di perut bagian bawahnya ya???? ya….cuma testikelnya yang satu sebelah kanan agak turun. Ya…sekarang masih pake pijat alternatif sih, daripada operasi. Saya kok ngeri ngebayanginnya. Emang tanda-tanda yang nampak pada lex apa juga testikelnya turun sebelah??? tolong dijawab ya!!! Makasih

  13. Mbak Diana, mohon maaf karena saya tidak punya background pendidikan kesehatan yang memadai untuk memberi jawaban dari pertanyaan Mbak. Jadi sekedar sharing pengalaman saja, saat ini testikel lex memang agak turun sebelah, tapi tanda-tanda hernia yang diperiksa oleh dokter ialah benjolan di bawah perutnya. Saya sendiri (secara pribadi) beranggapan bahwa tidak seimbangnya posisi testikel lex ialah dampak dari hernia itu sendiri.

    Bila pada anak mulai tampak ada benjolan yang sepertinya tidak lazim, saya sarankan menemui dokter spesialis anak/bedah anak secepatnya untuk diperiksa. Apapun hasilnya nanti, yang paling penting kita tidak boleh panik (^_^) Terima kasih 🙂

  14. bro sahat ngikut jawab boleh yaa?

    @ mbak diana, testis pada bayi memang sampe umur2 tertentu memang belum sepenuhnya turun, biasanya masih di batas antara perut dengan alat kelamin, namun apabila hingga usia setahun testis belum juga turun sempurna maka sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan. Hal ini biasa terjadi pada bayi kok mbak atau coba setiap mandi diperiksa scrotumnya apakah udah isi atau belum, diperiksa dengan teliti karena testis pada bayi sangatlah kecil dan halus.
    Ini sekedar sharing pengalaman saja, dulu anak saya juga seperti itu kok. Jangan terlalu khawatir.
    Hernia yang terjadi pada lex, dikarenakan cincin pusarnya belum menutup sempurna, saluran testis berbeda kok mbak, masih dibawah lagi thx

  15. Awal mulanya aku memang mencari artikel seperti ini… di internet dan ternyata apa yang anda ceritakan, sungguh kejadian dan kronologisnya sama persis… dengan yang keluarga kecil kami alami, skr anak kami sudah 5 bulan usianya.. dan alhamdulillah kemarin sudah di sunat, kenapa disunat kan masih kecil y… nah mungkin ini bisa menjadi slah satu saran ataupun solusi untuk lexnya.. awalnya sama dokter A dan dokter B misalnya, semua ceritanya hampir sama dan persis dengan yang anda ceritakan,, lanjut cerita sepulang kami dari dokter B kami memang agak tenang, karena operasi yang diwajibkan dokter A tidak terlalu wajib di dokter B, cuma identifikasi dari dokter B adalah adanya penyempitan di ujung saluran buang air kecil.. yang menyebabkan anak kami hernia, ada saran tambahan waktu itu kami disarankan menyunati anak kami.. lalu setelah pulang k rumah kami terus berunding yang terbaik untuk anak kami… kemudian anak kami menjerit-jerit, bisa kami katakan karena tidak seperti nangis biasa,,, lanjut kami berinisiatif atas saran dokter B untuk sunat… langssung pada waktu itu juga kami menyambangi dokter Sunat dengan sistem sunat Laser,,, dan sunat pun mulai dilakukan… alngkah kagetnya kami setelah melihat ternyata betul ujung saluran buang air kecil yang mampat karena banyak kotoran bawaan lahir dan kami melihat langsung saluran tersebut sudah bernanah dan sepertinya mulai infeksi,,, setelah sunat dilakukan dokter C memberikan info bahwa mungkin penyebab hernia pada anak kami adalah keseringan mengejan pada saat pipis…
    dan nangis karena pipisnya sakit…
    setelah sunat anak kami jadi tidak rewel lagi… dan perlahan hernianya (letaknya hampir sama dengan lex) terlihat tidak begitu besar karena jarang mengejan dan nangis… dan kami mendapat info dari dokter C mudah2an hernianya bisa kembali normal,,, sehingga kami tidak perlu lagi operasi… dan apabila harus operasi pun dokter C menyarankan agar dilakukan pada saat usia bayi 2 tahun atau lebih… mudah2an ini bisa sedikit membawa wawasan buat keluarga lex disana, dan mari kita sama2 saling mendoakan untuk kesembuhan anak kita.. Nama anak kami Daizh tks y lex…

  16. Trims buat sharenya ya dari keluarga Daizh 🙂 salam dari lex di sini, sama2 cepat sembuh dan selalu sehat ya…

  17. Saat ini saya mengalami kegalauan yang hampir sama. Sejak lahir anaku di diagnosa Hidrokel hampir sama dengan hernia, tapi hanya cairan yang turun ke scrotum karena belum tertutupnya saluran perut dan kelamin. Saat ini usia anaku menginjak 7 bulan, dokter menyarankan agar di operasi, akan tetapi saya masih takut dan cemas. saya harus gimana ya….. mohon advisenya..

  18. Halo Ibu (sori kalo salah ya) Fanta, kami juga sempat beberapa kali diterangkan mengenai hidrokel saat berkonsultasi mengenai hernia. Tapi seingat saya, dokter justru mengatakan hidrokel (pada bayi) tidak harus dioperasi karena seiring bertumbuhnya anak masih ada kemungkinan cairan itu akan berkurang sendiri. Saran saya sih sebaiknya cari 2nd opinion dari dokter anak lain bahkan mungkin 3 bila perlu. Kalau bisa cari referensi dokter dari teman, kalau berdomisili di Bali saya bisa bantu kasih referensi 🙂

  19. Hallo Pak Sahat, saya George yang sempat telp anda hari ini (thanks utk infonya dan mohon maaf kalau mengganggu). Karena ini anak pertama kami (kembar co-co) setelah menunggu 5 tahun; terus terang kami sgt panik. Mendengar pengalaman Anda, kami mendapat banyak kekuatan dan merasa terhibur dengan saran2 anda. sudah 3 dokter anak yang kami datangi dan semuanya belum menyarankan operasi, hanya observasi saja dulu sambil menunggu berat dan umur anak cuup kuat utk menerima segala konsekuensi operasi. Sedangkan 1 dr. spesialis bedah anak yang kami datangi menyarankan untuk merencanakan operasi pada saat kondisi anak diperkirakan paling fit. Meskipun tidak ada komplikasi lainnya, namun kami mungkin masih menunggu setidaknya opini 1 dr. lagi untuk mengambil langkah selanjutnya. Sebagai info, anak-anak kakmi lahir prematur (35 minggu) dengan berat masing2 hanya 2kg dan 2,1kg. Salah seorang dari mereka mengalami hernia dan hidrokel. Oke, sekian dulu info dari kami , slam buat keluarga terutama si kecil Lex-semoga makin sehat dan kuat. Amin. Tuhan Memberkati.

  20. Halo juga Pak George, terima kasih juga sudah menyempatkan memberikan komentarnya (^_^) Saya senang bisa share dan saling berbagi pengalaman. Kami turut mendoakan kedua junior selalu sehat, terlebih yang sedang mengalami hernia dan hidrokel supaya bisa mendapatkan solusi yang terbaik. GBU

  21. OMG,, qt trnyta sama, putri sya jg trkna hernia, klo bsa ksh almat dokter yg lbh akurat thks,,,^^

  22. ow ya pak,,! mungkin gak hernia pada putri saya bisa disembuhkan tanpa operasi, karena mengingat kondisi usia putri saya yang masigh kecil (3th),, skrg ini saya dan istri sedang bingung, panik campur jadi satu, sempat depresi jg bis tanya teman2 belum pernah denger balita yg terkena hernia, please infonya<<<,, thks

  23. Halo mas redy, kebetulan kami berdomisili di Bali. Untuk hernia sebenernya lebih banyak menyerang anak laki-laki, tapi memang memungkinkan juga terjadi pada anak perempuan.

    Saran saya sebaiknya periksakan ke beberapa dokter spesialis anak, kalau perlu konsultasi juga dengan dokter spesialis bedah anak. Dokter akan bisa membantu menganalisa kondisi hernia putri mas redy dan perlu tidaknya dilakukan operasi 🙂

  24. saya turut prihatin atas yang dihadapi oleh lex,
    tapi ternyata sekarang sudah sembuh berkat operasi… saya turut senang…
    tapi ada yang ingin saya tanyakan…
    lex di operasi ketika dia berumur berapa bulan..??
    karena putra kami juga mengalami permasalahan yang sama…
    putra kami sekarang masih berumur 2 bulan..
    dan masih menjalani terapi urut.. yang kalo dipikir2 belum terlihat perkembangan nya…

    terima kasih…
    gbu..

  25. terima kasih mas anddiera 🙂 waktu di operasi lex pas genap berumur 2 bulan. Kami sempat bingung karena kami juga dapat saran untuk terapi urut, tapi seperti biasa pendapat dokter tidak selalu sejalan dengan metode tradisional. Kami doakan jagoan kecil nya segera sembuh, GBU

  26. aduh knp sy juga pny masalah yg sama ya??ank sy br 2bln,pas prtm x urut udh diblg gejala hernia sm tkg urutnya…sy kasian bgt wktu diurut,ank sy menangis kuat dan tiada henti…aduh…bener g seh metode urut bs menghilangkan hernia??percumakan ga sembuh kl ank sy hrs kesakitan trs wktu di urut???

  27. Wah mba chika, kalo saya boleh menyarankan sebaiknya segera menemui dokter anak, karena setau saya bila terasa sakit maka hernia sudah lebih membutuhkan perhatian ekstra.

    Untuk metode urut sendiri saya tidak berani berkomentar karena memang saya kurang tahu. Setau saya cara dokter dan cara tradisional memang tidak selalu sejalan, dan dua2nya toh tidak selalu mutlak lebih baik.

  28. saya seorang penderita hernia saat kecil,sudah operasi umur 22 bulan sekarang sudah 22 tahun. Mudah2an semua segera diberikan kesembuhan dan kesehatan selalu, Amin..

  29. Halo mom n dad Lex..

    Gimana keadaan Lex sekarang? boleh share bagaimana hasil dari operasi dan bagaimana operasi hernia itu, apakah Lex merasa sakit? sebetulnya operasi hernia termasuk ke dlm operasi yg membahayakan tidak yah?

    Boleh share juga mengenai biaya operasinya?

    Thanks

  30. Pak Sahat, anak sy jg menderita hal yg sama. Anak pertama yg kami tgu hampir 5 thn. Gejala sama dgn lex ada benjolan di bawah perut antara kemaluan dgn pangkal paha, disebelah kanan dan kiri. Benjolan ini kami sadari pd saat umurnya 40 hr. Dr anak yg menangani anak sy sjk lhr lsg merujuk ke dr bdh anak, kbtln rmh skt khusus ibu n anak tmpt sy brobat ckp besar jd hr itu jg sy lsg ke dr bdh anak. Diagnosa hernia di kanan dan kiri. Kanan usus yg trn kiri cairan. Penyebabnya adlh saluran yg tdk menutup sempurna. Tgu smp usia 3 bln br operasi. Disarankan utk menekan daerah bnjln smbl mendorong ke arah kanan atas. Sy cr 2nd opinion ke dr anak lgn kakak sy. Penjelasan sm dan dr anak td merujuk sy ke dr bdh anak yg sm yg sdh sz datangi. Dr anak k2 sgt tdk menyarankan utk dipijat. Sbln stlh vonis hrs operasi, anak sy kontrol ke dr bdh anak, untungnya hsl periksa menggembirakan. Saluran sblh kiri sdh menutup, sblh kanan diharapkan sgr menutup tanpa operasi krn yg kiri bs mentp sndr. Sy lg mengu jdwl kontrol 3 mgu lg. Smoga kmbl kbr gmbr yg kami dpt. Fyi buat yg memiliki anak dgn knds yg sm jgn dibw ke dkn pjt by krn ada kondisi yg tdk blh dipijit. Lbh baik k dr dl. Benjolan pd anak sy hanya trlht pd saat nangs kencang sj dia tdk merasa skt jk bnjln ditekan. Anak sy puser sgt menonjol keluar, jd memakai sabk khusus utk menekan. Alhmdlh saat ini psr sdh tdk menojl, kondisi psr trsbt ternyata krn hernianya.

  31. papa lex…
    apa yg udh d alami lex sm dng yg anak saya alami, kl blh tau n share sy mw tanya tlg info nya
    – pasca operasi c anak rewel g?
    – sebesar apa luka sayatannya, d jahit/d lem?
    – setelah operasi apakah c anak merasakan kesakitan terus g?
    – apa c anak harus puasa sblm operasi?
    – berapa lama lukanya pulih?
    – setelah d operasi apakah anak langsung sadar dr biusannya?
    maaf kl pertanyaanya banyak maklum kamipun shock kl dngr operasi2, selamat ya bt lex yg udh sehat seperti sedia kala GBU.

  32. Mas kocu, boleh tahu berapa biaya operasi hernia, karena anak saya 1th juga didiagnosa hernia. Juga tidak bisa dicover asuransi, karena yg dicover hernia untuk umur 10th ke atas.
    Tks.
    Gimana kabarnya lex?

  33. hai, bagaimana kabarnya lex sekarang?
    anak saya juga didiagnosa hernia sejak dia umur 8 bulan. sekarang dia sudah 20 bulan.
    kami pun oleh dr untuk operasi, namun karena biaya kami masih belum melakukannya. setiap kali saya mengangkat kakinya supaya bisa naik lagi.
    tetangga saya bilang bisa diurut, tapi say ga percaya.

  34. hi bang Sahat, aku mau tanya ini anakku kan baru 2 bulan, ini baru hari ini ada benjolan , kecil sih di lipatan bawah perut sebelah kanan, tapi merah kayak ke gigit serangga, yg aku mau tanyyakan, waktu lex ketahuan ada benjolan apa warnanya merah, kayak bisul yg baru m,au tumbuh?kl anakku nangis nya krn dia mau minta asi dgn mamanya, setelah itu tenang lagi, apakah dulu lex kalau nangis, lalu di beri susu, tapi tetap saja menangis atau langsung diam? yg sdh saya baca,kl yg terkena hernia menangis terus,,thanks ya bang

  35. anak saya jg jg nglami ky gtu,ada benjolan pd kantung zakarnya,waktu di periksa di puskesmas katanya itu adalah HIDROKEL

  36. dear mas kocu..
    ak punya anak perempuan sekarang umur 2 thn..dari masih bayi dia setiap kali dia menangis sering muncul benjolan di bawah lipatan perut.. tapi kl sudah tenang benjolan itu hilang.. saya cari info itu hernia.. sampai saat ini saya belum pernah periksa ke dokter…dari info yg saya dapat jalan keluarnya harus dioperasi.. saya mw tanya kira2 untuk biaya opersinya berapa ya.. tolong infonya ya ke alamat email ak.. aku tunggu.. makasih banyak atas bantuannya

  37. ka, ponakan saya juga mengalami hal serupa , kalo boleh tau tindakan medis apa yang dilakukan setelah dari dr. D ? supaya bisa kembali normal? dan skrg sudah operasikah ? kalo boleh tau berapa usia anaknya. Ditunggu info nya ya via email aku . trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *